Berita

Ini Kritikan Yusril kepada Jokowi untuk Kasus Dana Haji

Kritikan Yusril kepada Jokowi – Ketua Biasa Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengkritik langkah Jokowi yang hendak menginvestasikan dana haji untuk pembangunan infrastruktur. Yusril mengatakan, dana haji yang sekarang disimpan oleh pemerintah seutuhnya yakni dana umat Islam, bagus berasal berasal dari kelebihan penyelenggaraan haji, dana simpanan atau angsuran Ongkos Naik Haji (ONH) yang dibayarkan oleh calon haji.

Btw, sebelum anda melanjutkan untuk membaca. Berita politik ini dikutip dari berbagai sumber dan salah satunya adalah arah.com. Dimana arah.com adalah salah satu portal berita politik indonesia yang tentunya berada di Indonesia. Berita politik yang mereka keluarkan juga kami kutip dari beberapa portal lain. Jadi anda juga bisa berkunjung ke website lain jika memang butuh.

Tidak hanya berita politik saja ya tetapi juga ada berita lain yang mereka keluarkan. Salah satu kanal yang penulis sukai adalah kanal berita aneh terbaru yang berisi kontent terbaru yang memang unik dan aneh. Jadi ketika membacanya tidak menutup kemungkinan anda bosan dengan berita politik maka anda bisa juga membaca berita aneh disana. So, mari kita lanjutkan topik utama kita tadi.

“Dana yang sekarang jumlahnya melebihi Rp 80 triliun itu seyogyanya, di samping untuk membiayai perjalanan haji, melainkan bisa diaplikasikan untuk tingkatkan kesejahteraan umat Islam layaknya membangun rumah sakit dan layanan kesehatan,” kata Yusril di dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/7/2017).

Yusril menengarai, penerapan dana haji ini sebab pemerintah sedang kesusahan mengumpulkan dana untuk pembangunan infrastruktur yang jor-joran. Sementara utang semakin menggunung dan defisit APBN telah mendekati ambang batas 3 % yang diatur undang-undang.

“Pemerintah makin susah melacak utang baru, sehingga dana haji umat Islam berkeinginan diaplikasikan,” sebut Yusril.

Yusril mengatakan, pemerintah wajib secara terang membeberkan, di dalam wujud apa penghunaan dana haji, sebab seutuhnya wajib dibukukan sebagai utang negara terhadap umat Islam yang wajib dibayar dan diperhitungkan kompensasinya.

Pemerintah wajib berkata bersama DPR, MUI, dan ormas-ormas Islam sebelum memastikan untuk mengaplikasikan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

“Sebagai partai berasas Islam, PBB tegas menolak penerapan dana hal yang demikian secara sepihak, apalagi tanpa perhitungan dan kompensasi yang terang terhadap umat Islam yang mempunyai dana hal yang demikian,” sebut ahli undang-undang Tertib Negara ini.

Meski Jokowi menceritakan dana haji sebesar itu dapat diaplikasikan untuk membiayai proyek-proyek yang kecil risikonya, tapi berdasarkan Yusril, segala itu konsisten lah wajib dianggap sebagai utang pemerintah terhadap umat Islam.

Sekiranya sebegitu besar dana yang diaplikasikan membiayai infrastruktur, risiko dapat saja terjadi, sehingga dapat saja pemerintah suatu dikala gagal memberangkatkan jemaah haji.

“Meskipun umat Islam ada yang sudah memasarkan tanah, sawah dan ladang untuk membiayai perjalanan haji mereka,” kata ia.

Harapan menginvestasikan dana haji ke sektor infrastruktur disajikan Jokowi berakhir melantik Member Dewan Pengawas dan Member Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Nantinya, lanjut Jokowi, profit berasal dari investasi hal yang demikian dapat digunakan untuk mensubsidi biaya dan tarif haji sehingga lebih relatif murah oleh masyarakat. Berdasarkan Jokowi, sistem layaknya ini telah digunakan di negara lain sepeti Malaysia.”

Dapat saja kan (untuk infrastruktur). Ketimbang duit ini idle, membisu, ya lebih bagus diinvestasikan melainkan terhadap daerah-daerah yang tak mempunyai efek tinggi, aman, melainkan memberikan profit yang gede,” sebut Jokowi.

Member BPKH Anggito Abimanyu mengaku siap mengerjakan perintah Presiden itu. Berdasarkan ia, ada Rp 80 Triliun dana haji yang siap diinvestasikan.

Jangan lupa baca juga 3 Bahaya yang akan dihadapi KPK dan tentunya berisikan artikel yang anda inginkan untuk selanjutnya yaa.. Jadi jangan terlewatkan